Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu
—Sudjiwo Tedjo (via kunangkunangbiru)
Rasa sakit tak perlu diumbar.
Simpan di bawah bantal tidurmu,
kemudian adukan hanya di atas sajadahmu,
dalam sujudmu, dalam doamu.
Percayalah, bahwa segala tuduhan dan fitnah dunia
masih lebih baik dibanding dibenci penghuni langit.
Allah ada, dan sedang melihatmu.
Doakan yang terbaik untuk siapa pun yang menyakiti,
kemudian maafkan.
malaikat sayang, Allah cinta, Rasulullah bahagia,
ajarannya tak sia-sia. :”)
—(via fitya275)
Cinta terbaik adalah ketika kamu mencintai seorang kekasih yang membuat imanmu mendewasa, taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh. Cinta terbaik adalah saat kamu mencintai seseorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak. Dia jadi penegur saat taatmu luntur. Dia jadi penasehat saat kamu maksiat. Dia jadi pelipur saat semangatmu lebur. Ya, dialah cinta terbaik, yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga ingin bertemu kembali di surga.
—(via latuphi)

(Source: pralapitaputri)

Aku pikir aku adalah orang yang cukup kuat, yang bisa tau kapan saatnya suka dengan seseorang, dan kapan mematikan perasaan itu saat waktunya berhenti. Ternyata itu hanya teori yang tak bisa sama sekali aku praktekkan.
—@julietnote (via kunamaibintangitunamamu)
Allah akan mempertemukan orang-orang dengan niat yang sama.
—@ipphoright (via dentykusuma)
neecyy2010:

vintagebiatchh:

I want everyone to reblog this. I know no one will, because this isn’t a picture of a skinny girl or a deep meaningful quote. This is deeper than everything, how can someone ignore what’s happening in Gaza at the moment. This is one example of many innocent lives being threatened for no reason. This breaks my heart.

Smh :/
Al-Quran melembutkan hati yang keras. Al-Quran menyembuhkan hati yang luka.
—(via ahmadkrishar)

(Source: gadistudunglabuh)

mengejakata:

Untuk kau adik, sahabat, saudara yang sedang memilih pasangan hidup.

Hati-hatilah…
Yakinkan dirimu bahwa laki-laki yang akan menjadi imammu nanti adalah lelaki baik yang mencintai Tuhannya lebih dari apapun.
Pastikanlah lelaki itu mampu menjadi imammu ketika Shalat berjamaah
Pastikan dia tak…

The most painful thing is losing yourself in the process of loving someone too much, and forgetting that you are special too.
—Ernest Hemingway, Men Without Women (via prinsipemo)
Dalam Islam, tujuan tidak menghalalkan cara.
Quraish Shihab (via kuntawiaji)
Ramadan is like green tea. It doesn’t have any negative side effects. It improves your health.
—Ramadan 2k14 (via amindfullofwhispersss)
Hiduplah dengan hebat, berjalanlah seperti tidak terikat dengan masa lalu. Buatlah mereka yg melepaskanmu menjadi berpikir, bahwa meninggalkanmu dulu adalah kesalahan penting.
—(via mbeeer)
Setiap mendengar namamu disebut oleh mereka, didepanku. Hanya menunduk yang kubisa. Aku tak mau ikut pembicaraan mereka. Lebih baik aku diam, keluar dan pura-pura tak mendengar. Walau sebenarnya dalam benakku, ingin sekali tahu tentangmu dan keadaanmu bagaimana, dari pembicaraan itu. Tapi bukan hal yang penting lagi untukku jika aku mengetahuinya. Disaat ada, aku tak mengenal mereka dekat. Disaat semuanya hilang, justru aku dekat dengan mereka. Baik dekat dengan teman perempuanmu atau teman laki-lakimu. Bagaimana kalau ada, mungkin terdengar asik. Temanmu temanku juga. Ramai. Dan mungkin kita jadi bahan lucu-lucuan mereka. Tapi yasudah. Aku harus kuat menerima keadaan ini. Keadaan yang ingin rasanya jauh, justru ini mendekatkan. Seperti saat pergi bersama mereka, disela-sela lelucon mereka mengarah kesana. Tapi aku tanggapi dengan senyum saja. Dan kini jika ada aku, mereka mungkin telah paham, tidak lagi lelucon seperti itu kepadaku. Mungkin mereka tahu hal itu menyakitkan bagiku walau hanya lelucon. Jujur, rasanya ingin pergi jauh sangat jauh untuk tak mendengar namamu. Bertemu denganmu. Sebab aku lebih baik tak bertemu dan tak mendengar namamu sama sekali, daripada harus air mata menetes deras lagi, setiap menahan rindu.
Maafkanku, tulisan random ini. Maaf.